Rabu, 02 Mei 2012

SEJARAH TERBENTUKNYA PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)


    Pontianak, 8 Desember 2011

SEJARAH TERBENTUKNYA PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)

Sejarah berdirinya PBB bermula pada tahun 1945 setelah selesainya Perang Dunia II,Menggantikan peran Liga Bangsa-Bangsa (League of nations) untuk menghentikan perang antara negara-negara didunia. Terbentuknya perserikatan bangsa-bangsa merupakan perjalanan panjang dari serangkaian pembicaraan yang menghasilkan naskah dan kegiatan-kegiatan lainnya. Antara lain piagam Atlantik, Konferensi Washington, Konferensi Casablanca, Konferensi Moskow, Konferensi Dumbarton Oaks, Konferensi Yalta dan Konferensi San Francisco.
Piagam Atlantik (Atlantic Charter) merupakan naskah pertama yang kemudian menjadi dasar bagi terbentuknya PBB. Sedangkan  Konferensi San Francisco merupakan Konferensi terakhir dalam serangkaian kegiatan terbentuknya PBB.
Pada tanggal 14 agustus 1945 Perdana Menteri Winston Churchill dari inggris dan Presiden F.D. Roosevelt dari Amerika Serikat mengadakan pertemuan diatas geladak kapal USS Augusta di teluk New Foundland perairan samudra atlantik. Kedua kepala pemerintahan itu menandatangani Piagam Atlantik (Atlantic Charter). Piagam ini menjadi dasar bagi terwujudnya PBB. Adapun yang menjadi Isi Pokok  Piagam Atlantik adalah:
1.      Tidak diperkenankan melakukan perluasan wilayah.
2.      Setiap bangsa berhak menentukan bentuk dan corak pemerintahanya sendiri.
3.      Semua negara diperkenankan ikut serta dalam perdagangan internasional.
4.      Mengusahakan Perdamaian dunia dimana setiap  bangsa berhak dapat hidup bebas dari ketakutan  dan kekurangan.
5.      Menolak jalan kekerasan dalam menyelesaikan perselisihan internasional.

Sedangkan konferensi San Francisco merupakan konferensi terakhir dalam rangkaian kegiatan terbentuknya PBB. Konferensi San Francisco berlansung selama 2 bulan yakni dari tanggal 25 april sampai 26 juni 1945. Peserta konferensi berjumlah 50 negara yakni 47 negara penandatanganan Declaration of the United Nations. Ditambah Ukraina, Belarusia dan Argentina. Kelimapuluh negara itu dikenal sebagai negara anggota pendiri (original members) atau anggota asli. Konferensi ini menyetujui dan menandatangani Piagam Perdamaian ( Charter of Peace ) yang kemudian piagam ini menjadi Piagam PBB ( United Nations Charter ).
Sebelum diadakan Konferensi San Francisco, Winston Churchill (PM Inggris) dan F.D. Roosevelt (Presiden Amerika) dan Pemimpin Uni Soviet, Stelin, bertemu di Yalta Crimea, dan memperkenalkan ide agar ketika negara tersebut mendapat Hak Veto.
Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan atau resolusi yang diajukan oleh PBB atau Dewan Keamanan PBB. Hak veto  dimiliki oleh Amerika Serikat, Rusia ( dulu Uni Soviet) Republik Rakyat China (RRC) menggantikan Republik China ( Taiwan) pada tahun1979, Inggris dan Perancis.
Pada tanggal 15 Oktober 1945 Polandia menandatangani Piagam Perdamaian, maka anggota aslinya 51 utusan dari negara-negara peserta tetapi belum mendapat pengesahan dari pemerintah masing-masing negara.
Piagam Perdamaian itu baru disahkan oleh pemerintah masing-masing negara peserta pada tanggal 24 Oktober 1945. Tanggal tersebut merupakan berdirinya PBB secara resmi. Pada tanggal 10 Januari 1946 Majelis Umum PBB bersidang pertama kali di London. Sidang- sidang berikutnya diselenggarakan setiap tahun di markas besar PBB di Lake Succes, New York ( Amerika Serikat ).
Sidang tahunan biasanya dimulai di selasa ketiga bulan September dan berakhir pada pertengahan Desember. Pertemuan khusus dapat diadakan atas permintaan dari dewan keamanan atau mayoritas anggota PBB, contohnya adalah pertemuan khusus yang diadakan pada Oktober 1995 untuk memperingati perayaan 50 tahun PBB.

                                    BY : Saparuddin ( 220700299)
Mahasiswa Prodi P. Sejarah STKIP-PGRI Pontianak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar